15 Juli 2009
Calista...
sebuah kata yang mengukir banyak kisah
sebuah kata yang menyimpan sejuta pesona
sebuah kata yang menempati barisan tersendiri dalam qalbu
sebuah kata yang mengalirkan bulir-bulir indah itu
Calista....
Darimu pertemuan itu hadir
Darimu pula perpisahan itu terjadi
semua telah menjadi goresanNya
tak ada yang salah dengan skenarioNya
Calista...
meski tak bersamamu
meski tak selalu menjumpaimu
namun episode kenangan bersamamu kan tersemat
kan terukir dalam tiap kisi relung qalbu
Calista....
kini saatnya aku untuk melangkah meninggalkanmu dan episode itu
merangkai kembali mimpi yang sempat terlewati
meniti lagi perjalanan yang masih panjang
merajut untaian cita akan segera kutemui
Calista....
dibalik kisah yang kau hadirkan
membuatku semakin memahami hakikat hidup
cita dan cinta (Insya Alloh) ^_^
setiap episode yang kau tampilkan sesungguhnya adalah proses hijrah
Calista...
engkau telah membawaku megembara kelembah penuh makna
engkau telah membuatku menemukan permata itu
engkau telah menghadirkan ghirah baru
Calista....
Illa liqo...
Rabu, 15 Juli 2009
Sabtu, 20 Juni 2009
Dari goresan seorang sahabat
2o juni 2009 14:49
Sekdar Perenungan
===>>> Bayangkanlah hidup sebagai suatu permainan ketangkasan, dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar keatas. Bola-bola tersebut bernama : pekerjaan, kesehatan, keluarga, teman dan spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang.
Kita akan segera mengerti bahwa ternyata ”pekerjaan” hanyalah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.
Tetapi empat bola lainnya “keluarga, kesehatan, teman dan spirit terbuat dari gelas.
Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat ternodai, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping, dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya.
Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.
===>>> Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita.
Jangan tetapkan tujuan dan sasaran kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya kita yang mengerti dan dapat merasa apa yang terbaik untuk kita.
Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, mendekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya kita akan menjadi kurang berarti.
Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di ”masa lampau” atau mimpi "masa depan". Suatu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk selama waktu hidupmu.
Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidak sempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan untuk belajar bagaimana menjadi pribadi yang baik.
===>>> Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa dari mana kita berasal dan juga lupa sedang menuju kemana kita. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membawa apapun.
Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika telah lewat. Hidup bukanlah pacuan melainkan suatu perjalanan dimana setiap tahap perjalanan sepanjang jalannya harus dinikmati.
Dan akhirnya resapilah :
MASA LALU adalah SEJARAH
MASA DEPAN merupakan MISTERI
dan
SAAT INI adalah KARUNIA
Sekdar Perenungan
===>>> Bayangkanlah hidup sebagai suatu permainan ketangkasan, dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar keatas. Bola-bola tersebut bernama : pekerjaan, kesehatan, keluarga, teman dan spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang.
Kita akan segera mengerti bahwa ternyata ”pekerjaan” hanyalah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.
Tetapi empat bola lainnya “keluarga, kesehatan, teman dan spirit terbuat dari gelas.
Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat ternodai, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping, dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya.
Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.
===>>> Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita.
Jangan tetapkan tujuan dan sasaran kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya kita yang mengerti dan dapat merasa apa yang terbaik untuk kita.
Jangan menganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, mendekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya kita akan menjadi kurang berarti.
Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di ”masa lampau” atau mimpi "masa depan". Suatu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk selama waktu hidupmu.
Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidak sempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan untuk belajar bagaimana menjadi pribadi yang baik.
===>>> Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa dari mana kita berasal dan juga lupa sedang menuju kemana kita. Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai. Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membawa apapun.
Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika telah lewat. Hidup bukanlah pacuan melainkan suatu perjalanan dimana setiap tahap perjalanan sepanjang jalannya harus dinikmati.
Dan akhirnya resapilah :
MASA LALU adalah SEJARAH
MASA DEPAN merupakan MISTERI
dan
SAAT INI adalah KARUNIA
Selasa, 16 Juni 2009
Alinea Baru
13 Juni 2009 16:07


Hari telah berganti, bergulir seiring hembusan angin yang hadir. waktu telah berlalu. malam kian mencekam menambah kesunyian. bintang mulai bermunculan menggantikan tugas mentari yang memberikan kebahagiaan dan kesejukkan dengan sinarnya.. aku terpaku menatap langit. berjuta bintang dan rembulan hadir untuk menghiasi bumi malam..pantulan sinarnya menyapaku...aku terpesona oleh pantulan sinarnya yang begitu indah...begitu hangat sinar itu menyapaku..tak terasa senyum simpul telah tersungging...
apakah aku bermimpi ?!?..aku mencoba menerka-nerka..
ternyata aku tak bermimpi..
ini nyata...
aku begitu menikmati keindahan cahaya itu.... cahaya yang akhirnya membawaku menuju alinea baru dalam kehidupanku....
teringat dulu, kenangan silam ketika diriku masih belum mengerti tentang semua ini. tentang makna kehidupan. tentang makna keikhlasan dan kesabaran. aku masih menjadi manusia yang biasa. bahkan amat sangat biasa. tapi bukan berarti sekarang aku telah menjadi manusia yang luar biasa. bukan. aku masih biasa. namun setidaknya aku telah memasuki alinea baru dalam kehidupanku.
alinea baru ini telah memberiku berjuta impian, kebahagiaan, kesejukan dan harapan...
alinea ini telah mengantarkanku untuk tidak tenggelam dalam gemerlapnya keindahan dunia yang fana ini, dunia yang penuh dengan fatamorgana...dunia yang hanya kesemuan yang dihadirkannya.....
setelah aku memasuki alinea ini aku mulai memahami bahwa ternyata tidak semua yang aku inginkan bisa aku dapatkan. tapi yang pasti aku mengerti bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untukku karena Dia selalu tahu apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan...
sempat terbetik tanya dalam benakku ketika aku mengalami kesulitan dan berbagai persoalan hidup "kenapa ini semua terjadi padaku, apa yang salah denganku, apa sudah tiada lagi cinta dihatiNya untukku?" tapi akhirnya aku menyadri bahwa apa yang terjadi padaku tak lain karena Allah ingin memberi pemahaman kepadaku agar bisa mengambil pelajaran dari itu semua dan agar aku mampu meningkatkan kualitas keimananku.
di alinea ini aku menemukan ukhuwah yang begitu hangat. ukhuwah yang saling memberi. saling mengingatkan. alinea ini seakan-akan menjadi alarm bagi ku. ketika aku jatuh bangun menghadapi hidup. ketika terpuruk dengan keputusasaanku. ketika aku merasa bahwa duniaku hanya beberapa detik lagi. ketika semua serasa akan berhenti sampai disini, tapi semua rasa itu selalu ku tepis..."tak ada yang abadi" ya kata-kata itulah yang selalu menguatkan kan ku. teringat FirmanNya " Innallaha ma'as shobirin" (Sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar).
Ya Rahman....
ku yakin engaku selalu menemani
ku percaya dengan kasih dan sayangMu
ku tak pernah meragukan akan janjiMu
ku tak pernah menyalahkan skenario yang telah Engkau buat karena semua skenarioMu begitu indah untuk hambaMu
Roob....
teguhkan aku dalam alinea ini
bimbing aku agar senantiasa berada di alinea ini
pegang erat tanganku agar aku tak tergelincir hingga berlari meninggalkan alinea ini
Ya Allahu...
aku mencintai alinea ini
ana ukhibukum fillah
^_^
apakah aku bermimpi ?!?..aku mencoba menerka-nerka..
ternyata aku tak bermimpi..
ini nyata...
aku begitu menikmati keindahan cahaya itu.... cahaya yang akhirnya membawaku menuju alinea baru dalam kehidupanku....
teringat dulu, kenangan silam ketika diriku masih belum mengerti tentang semua ini. tentang makna kehidupan. tentang makna keikhlasan dan kesabaran. aku masih menjadi manusia yang biasa. bahkan amat sangat biasa. tapi bukan berarti sekarang aku telah menjadi manusia yang luar biasa. bukan. aku masih biasa. namun setidaknya aku telah memasuki alinea baru dalam kehidupanku.
alinea baru ini telah memberiku berjuta impian, kebahagiaan, kesejukan dan harapan...
alinea ini telah mengantarkanku untuk tidak tenggelam dalam gemerlapnya keindahan dunia yang fana ini, dunia yang penuh dengan fatamorgana...dunia yang hanya kesemuan yang dihadirkannya.....
setelah aku memasuki alinea ini aku mulai memahami bahwa ternyata tidak semua yang aku inginkan bisa aku dapatkan. tapi yang pasti aku mengerti bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik untukku karena Dia selalu tahu apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan...
sempat terbetik tanya dalam benakku ketika aku mengalami kesulitan dan berbagai persoalan hidup "kenapa ini semua terjadi padaku, apa yang salah denganku, apa sudah tiada lagi cinta dihatiNya untukku?" tapi akhirnya aku menyadri bahwa apa yang terjadi padaku tak lain karena Allah ingin memberi pemahaman kepadaku agar bisa mengambil pelajaran dari itu semua dan agar aku mampu meningkatkan kualitas keimananku.
di alinea ini aku menemukan ukhuwah yang begitu hangat. ukhuwah yang saling memberi. saling mengingatkan. alinea ini seakan-akan menjadi alarm bagi ku. ketika aku jatuh bangun menghadapi hidup. ketika terpuruk dengan keputusasaanku. ketika aku merasa bahwa duniaku hanya beberapa detik lagi. ketika semua serasa akan berhenti sampai disini, tapi semua rasa itu selalu ku tepis..."tak ada yang abadi" ya kata-kata itulah yang selalu menguatkan kan ku. teringat FirmanNya " Innallaha ma'as shobirin" (Sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang sabar).
Ya Rahman....
ku yakin engaku selalu menemani
ku percaya dengan kasih dan sayangMu
ku tak pernah meragukan akan janjiMu
ku tak pernah menyalahkan skenario yang telah Engkau buat karena semua skenarioMu begitu indah untuk hambaMu
Roob....
teguhkan aku dalam alinea ini
bimbing aku agar senantiasa berada di alinea ini
pegang erat tanganku agar aku tak tergelincir hingga berlari meninggalkan alinea ini
Ya Allahu...
aku mencintai alinea ini
ana ukhibukum fillah
^_^
teruntuk sahabat terkasihku
12 juni 2009 17:11
sahabat....
saat bersama kalian saat yang menyenangkan buat ku
bersenda gurau, tertawa, menangis mengalir begitu derasnya
terbayang ketika akan menyusun Tugas Akhir kita menangis bersama..."menangis karena mencari referensi buat TA yang gak ketemu, menangis karena judul TA yang belum juga di ACC, menangis karena begitu ribet membuat TA sehingga harus mengganti judul, untung saja bisa.
Sahabat kini kita telah berjauhan, terpisahkan oleh jarak. sahabat adakah kita bisa berkumpul kembali. sahabat ingatkah engkau ketika itu kita berlima mempunyai rencana buka usaha mandiri dimana qt sendiri yang mengelolanya, namun sepertinya harapan itu sudah tidak mungkin lagi karena kita sudah tidak bersama lagi. ti2n telah bersama suami dan buah hatinya di kota seberang, nexsy telah bersama suami dan buah hatinya juga, lina telah pulang kekampung halamannya dan bekerja di sebah instansi pemerintahan. icha juga telah pulang kekampung halaman untuk menemani keluarga tercintanya, dan aku..masih disini. dinegeri orang. berharap mampu mengubah sesuatu yang lebih baik lagi untuk kehidupanku dan tentunya keluarga...

saat bersama kalian saat yang menyenangkan buat ku
bersenda gurau, tertawa, menangis mengalir begitu derasnya
terbayang ketika akan menyusun Tugas Akhir kita menangis bersama..."menangis karena mencari referensi buat TA yang gak ketemu, menangis karena judul TA yang belum juga di ACC, menangis karena begitu ribet membuat TA sehingga harus mengganti judul, untung saja bisa.
Sahabat kini kita telah berjauhan, terpisahkan oleh jarak. sahabat adakah kita bisa berkumpul kembali. sahabat ingatkah engkau ketika itu kita berlima mempunyai rencana buka usaha mandiri dimana qt sendiri yang mengelolanya, namun sepertinya harapan itu sudah tidak mungkin lagi karena kita sudah tidak bersama lagi. ti2n telah bersama suami dan buah hatinya di kota seberang, nexsy telah bersama suami dan buah hatinya juga, lina telah pulang kekampung halamannya dan bekerja di sebah instansi pemerintahan. icha juga telah pulang kekampung halaman untuk menemani keluarga tercintanya, dan aku..masih disini. dinegeri orang. berharap mampu mengubah sesuatu yang lebih baik lagi untuk kehidupanku dan tentunya keluarga...

Kamis, 29 Januari 2009
Untuk rasa Cintaku

Senandung cinta untuk bunda
bunda...
seandainya kau ada disini
takkan ada tetes bening mengalir dari kelopak mataku
tangan lembutmu pasti akan selalu ada untuk mengusapnya
bunda....
seandainya kau ada disini
takkan ada gundah membayangi hariku
ketenangan kan selalu tersalur lewat genggaman jemarimu
bunda....
seandainya kau ada disini
takkan ada kebekuan didalam hati
dekapan hangatmu kan selalu menemani
bunda....
seandainya Dia mengizinkan aku meminta
kan kupinta kesempatan untuk dapat mencium takzim punggung tanganmu
bunda....
seandainya aku dikembalikan ke alam tinggi dan boleh memilih siapa bundaku
takkan ragu kupilih rahimmu sebagai alam kecilku
bunda...
seandainya dia masih mengizinkan aku menghirup udara esok hari
ku ingin tatap wajahmu dibayangan mentari
bunda....seandainya malam ini mataku tertutup dan tak pernah terbuka lagi
maafkanlah segala dosaku
maafkan atas airmata yang mengalir karena tidak kepatuhanku
maafkan atas gundah karena mengkhawatirkan ku
maafkan atas kata2ku yang pernah menggores luka dilaci hatimu
bunda....
kutemukan kedamaian samudera dimata teduhmu
kutemukan kekuatan karang dibalik do'amu
kutemukan kesejukan mata air di lembut senyummu
kutemukan kehangat mentari dikala dhuha dihangat dekapanmu
kutemukan keikhlasan mentari dilautan kasih sayangmu
bunda....
seandainya takditNya tak mempersuakan raga
biarlah jiwa dan do'a kita bersatu di atas sana
biarlah Dia mengikatnya dengan tali cinta dan menyulamnya menjadi sutera kasih
bunda....
bila syurgaku berpindah dari telapak kakimu
iringi aku selalu dengan do'a restumu
karena bagiku do'amu adalah hadiah terindah dalam hidupku
bunda...
Luv u forever...
****
Untukmu yang entah dimana labuhmu saat ini

Keindahan Untukmu
Rabbi....
Jika cintaku kau ciptakan untuk dia...
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya
Rabbi....
Jika hatiku kau ciptakan untuk dia...
penuhi hatinya dengan kasihMu
terangi langkahnya dengan nurMu
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian
Rabbi....
kutitipkan cintaku padaMu untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya
dalam cintaMu
sebab...
sungguh aku mencintainya karenaMu....
****
Jika cintaku kau ciptakan untuk dia...
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya
lembutkan rindunya
Rabbi....
Jika hatiku kau ciptakan untuk dia...
penuhi hatinya dengan kasihMu
terangi langkahnya dengan nurMu
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian
Rabbi....
kutitipkan cintaku padaMu untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya
dalam cintaMu
sebab...
sungguh aku mencintainya karenaMu....
****
Langganan:
Postingan (Atom)




