"Barang siapa yang mengenal dirinya, ia akan sibuk untuk memperbaiki diri dari pada sibuk mencari-cari aib dan kesalahan orang lain."
***
***
Saudaraku,....
suasana apa yang terekam dalam jiwa kita saat membaca kalimat-kalimat tersebut? bilakah kita berada dalam daftar orang-orang yang berbahagia dan menang? atau, celaka? semoga Allohswt membimbing hati dan langkah kita untuk tetap memiliki karakter orang-orang yang berbahagia dan menang. semoga Alloh menjauhkan hati dan langkah kita dari karakter orang-orang yang terpedaya oleh ilmu, amal dan kemampuannya. Aamiin....
***
Mengenali diri memang penting. Rasulullah saw juga mengajarkan kita untuk lebih banyak bercermin dan mengevaluasi diri sendiri, ketimbang bercermin dan mengevaluasi orang lain.
Saudaraku,....
genggam erat-erat tali keimanan kita, kenalilah diri. pahami kebiasaanya. rasakan setiap getaran-getarannya. lalu berhati-hati dan kontrollah kemauan dan kecenderungannya. waspadai kekurangannya dan manfaatkan kelebihannya. berdo'alah pada Alloh agar ia menyingkapkan ilmuNya tentang diri. sebagaimana seandung do'a yang dilantunkan Yusuf bin Asbath, murid Sofyan Ats Tsauri :" Allahumma arrifni nafsi", Ya Alloh kenalkan aku dengan diriku.....
***
jiwa manusia banyak menyimpan rahasia. misteri hati dan jiwa manusia sulit dikenali dengan baik kecuali dengan bantuan Alloh swt kepada kita. karena itu ulama terkenal yang ahli dalam masalah kejiwaan Sahal bin Abdillah mengatakan bahwa mengenali diri sendiri itu lebih sulit dan lebih halus dari pada mengenali musuh. artinya, aib dan kekurangan yang terselubung dalam diri sangat sulit dideteksi dan harus dibuka oleh Alloh agar seseorang dapat membersihkan diri dan jiwanya.
***
Fudhail bin Iyadh radhiallahu anhu mengatakan, "la ya'rifur riya ila mukhlish," riya tak mungkin disadari, kecuali oleh orang yang ikhlas. orang yang merasakan manisnya keikhlasan pasti akan mengtahui pahitnya riya. sebaliknya orang yang tidak pernah merasakan nikmatnya ikhlas, tak mungkin bisa mengenali pahitnya riya, begitulah manisnya ikhlas dan pahitnya riya hanya dirasakan oleh orang-orang yang terbiasa dan mengenali getaran jiwa.
***
inilah materi yang disebutkan oleh Al Kailani ketika ia mengatakan," bila engkau mampu meluruskan kekurangan yang ada pada dirimu, berati engkau mampu meluruskan kekurangan yang ada pada selain dirimu." ia melanjutkan "kemampuan menghilangkan kemungkaran tergantung dengan kekuatan imanmu memerangi kemungkaran dalam dirimu. kelemahanmu tinggal diam didalam rumah dari merubah kemungkaran adalah karena kelemahan imanmu dalam memerangi kemungkaran yang ada dalam dirimu. kekokohan dan kekuatan imanlah yang mengokohkan para ulama saat berhadapan dengan pasukan syaitan baik manusia dan jin." (Al-Fathur Rabbani, 30).
(sumber : Mencari mutiara di dasar hati)
****
***
Di antara ciri-ciri kebahagiaan dan kemenangan seorang hamba adalah: bila ilmu pengetahuannya bertambah, bertambah pula kerendahan hati dan kasih sayangnya. setiap bertambah amal-amal shalih yang dilakukan, bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya dalam menjalankan perintah Alloh. semakin bertambah usianya, semakin berkuranglah ambisi-ambisi keduniaanya. ketika bertambah hartanya, bertambah pula kedermawanan dan pemberiannya kepada sesama. jika bertambah tinggi kemampuan dan kedudukannya, bertambahlah kedekatannya pada manusia dan semakin rendah hati kepada mereka. sebaliknya, ciri-ciri kecelakaan adalah : ketika bertambah ilmu pengetahuannya, semakin bertambah kesombongannya. setiap bertambah amalnya, kian bertambah kebanggaannya pada diri sendiri dan penghinaannya pada orang lain. semakin bertambah kemampuan dan kedudukannya, semakin bertambah pula kesmbongannya."Al Fawa-id, Imam Ibnul Qayyim).
***
Saudaraku,....
suasana apa yang terekam dalam jiwa kita saat membaca kalimat-kalimat tersebut? bilakah kita berada dalam daftar orang-orang yang berbahagia dan menang? atau, celaka? semoga Allohswt membimbing hati dan langkah kita untuk tetap memiliki karakter orang-orang yang berbahagia dan menang. semoga Alloh menjauhkan hati dan langkah kita dari karakter orang-orang yang terpedaya oleh ilmu, amal dan kemampuannya. Aamiin....
***
Mengenali diri memang penting. Rasulullah saw juga mengajarkan kita untuk lebih banyak bercermin dan mengevaluasi diri sendiri, ketimbang bercermin dan mengevaluasi orang lain.
Saudaraku,....
genggam erat-erat tali keimanan kita, kenalilah diri. pahami kebiasaanya. rasakan setiap getaran-getarannya. lalu berhati-hati dan kontrollah kemauan dan kecenderungannya. waspadai kekurangannya dan manfaatkan kelebihannya. berdo'alah pada Alloh agar ia menyingkapkan ilmuNya tentang diri. sebagaimana seandung do'a yang dilantunkan Yusuf bin Asbath, murid Sofyan Ats Tsauri :" Allahumma arrifni nafsi", Ya Alloh kenalkan aku dengan diriku.....
***
jiwa manusia banyak menyimpan rahasia. misteri hati dan jiwa manusia sulit dikenali dengan baik kecuali dengan bantuan Alloh swt kepada kita. karena itu ulama terkenal yang ahli dalam masalah kejiwaan Sahal bin Abdillah mengatakan bahwa mengenali diri sendiri itu lebih sulit dan lebih halus dari pada mengenali musuh. artinya, aib dan kekurangan yang terselubung dalam diri sangat sulit dideteksi dan harus dibuka oleh Alloh agar seseorang dapat membersihkan diri dan jiwanya.
***
Fudhail bin Iyadh radhiallahu anhu mengatakan, "la ya'rifur riya ila mukhlish," riya tak mungkin disadari, kecuali oleh orang yang ikhlas. orang yang merasakan manisnya keikhlasan pasti akan mengtahui pahitnya riya. sebaliknya orang yang tidak pernah merasakan nikmatnya ikhlas, tak mungkin bisa mengenali pahitnya riya, begitulah manisnya ikhlas dan pahitnya riya hanya dirasakan oleh orang-orang yang terbiasa dan mengenali getaran jiwa.
***
inilah materi yang disebutkan oleh Al Kailani ketika ia mengatakan," bila engkau mampu meluruskan kekurangan yang ada pada dirimu, berati engkau mampu meluruskan kekurangan yang ada pada selain dirimu." ia melanjutkan "kemampuan menghilangkan kemungkaran tergantung dengan kekuatan imanmu memerangi kemungkaran dalam dirimu. kelemahanmu tinggal diam didalam rumah dari merubah kemungkaran adalah karena kelemahan imanmu dalam memerangi kemungkaran yang ada dalam dirimu. kekokohan dan kekuatan imanlah yang mengokohkan para ulama saat berhadapan dengan pasukan syaitan baik manusia dan jin." (Al-Fathur Rabbani, 30).
(sumber : Mencari mutiara di dasar hati)
****




Tidak ada komentar:
Posting Komentar